UKM Akan Diperkuat

Pertemuan pemimpin ASEAN di Nusa Dua Bali telah usai. Ada janji atau komitmen, begitulah kira-kira. Di ASEAN 96 persen unit usaha adalah Usaha Kecil dan Menengah alias UKM sehingga nyata betul peran UKM di kawasan ini, termasuk di Indonesia. Dalam perkembangannya, UKM ini cukup tahan banting dan juga dinamis.
Banyak hal yang perlu dikembangkan agar UKM nasional dapat berperan aktif dalam Asean Economy Community yang akan datang. Deputy Direktur Investasi BKPM, Achmad Kurniadi menyebutkan ada 8 program, diantaranya penyediaan modal, pengembangan system informasi, program khusus untuk UKM dan kolaborasi antar UKM se ASEAN. Dari KADIN menyebutkan antara lain perlu pengembangan program pelatihan terus menerus dan infrastruktur.
Bagi perguruan tinggi seperti IM Telkom, perlu juga meng-address masalah UKM ini. Misalnya program studi Adminstrasi Bisnis yang ada dapat juga difokuskan pada segmen industry UKM ini. Mungkin saat ini tidak perlu dibatasi dulu pada UKM ICT tetapi biarkan saja secara umum supaya memahami situasi UKM dulu. UKM ICT bisa digarap sebagai bagian dari segmen industri UKM. Dengan spesialisasi tersebut maka sumber daya seperti dosen, lab, buku-buku dapat diarahkan pada industri tersebut. Kompetensi lulusannya pun bisa lebih spesifik. UKM potensinya besar di Indonesia…(hus/27 November 2011/17.00)

Peringkat Utang

Minggu ini Indonesia gembira. Pejabat-pejabat Pemerintahan maupun dunia usaha banyak senyum. Juga bu Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati di Washington bergembira atas pencapaian Indonesia. Pasalnya Fitch, sebuah Lembaga Pemeringkat Utang telah menaikkan rating Indonesia baik untuk foreign currency (short term) maupun local currency (long term) dari BB+ (dikeluarkan pada 24 Februari 2011) menjadi BBB- (15 Desember 2011). Posisi outlook Indonesia naik grade dari positif menjadi stabil. Rating foreign currency BBB- ini pernah dicapai Indonesia pada tahun 1997.
Di dunia ini banyak lembaga pemeringkat utang. Sebut saja selain Fitch Ratings (USA), ada Standard & Poor’s (S&P) dari USA dan Moody’s (USA). Selain itu ada juga Dun & Bradstreet (USA), Baycorp Advantage (Australia). Di Indonesia ada Pemeringkat Efek Indonesia (Indonesia).
Lembaga pemeringkat memberikan rating dengan kode huruf besar. Untuk peringkat kredit jangka panjang, Fitch’s memakai peringkat berdasarkan skala mulai dari “AAA” hingga “D”. dalam hal perusahaan AAA menunjukkan bahwa perusahaan tersebut berkualitas terbaik, layak dan stabil. Sementara untuk BBB menyatakan bahwa perusahaan kelas menengah, dimana saat ini dalam kondisi memuaskan.
Lain lagi dengan di Eropa. Baru saja terjadi perang mulut antara Inggris dan perancis mengenai masalah pemeringkatan utang ini. Perdana Menteri Perancis Fillon mengomentari bahwa Inggris yang utangnya lebih banyak dari Perancis tidak disorot oleh lembaga pemeringkat utang. Ramai-ramai pejabat Perancis jengkel mengenai hal ini. Inggris tetap memiliki peringkat AAA yang artinya aman dari segala risiko dengan prospek ke depan negatif.
Sebagai cerita tambahan, pada saat kuliah di Inggris, ketika ada presentasi mengenai Uni Eropa, mahasiswa dari Jerman menggambarkan ilustrasi dengan gambar ada sekelompok orang yang naik kereta api bersama-sama sementara satu orang (Inggris) yang tidak mau naik kereta bersama tersebut. Rupanya sekarang Uni Eropa mengalami kesulitan yang dalam…(Hus/18 Desember 2011)
Sumber:
Kompas, Minggu, 18 Desember 2011
http://id.wikipedia.org/wiki/Fitch_Ratings (akses 18 Desember 2011, jam 08.00)
Web Fitch Ratings (akses 18 Desember 2011, jam 08.15)

Pemimpin Asia Masa Depan

Banyak pendapat para ahli ekonomi bahwa dewasa ini kita sedang memasuki abad Asia. Mereka bilang pusat kegiatan ekonomi sedang berpindah dari Eropa dan Amerika Serikat ke Asia. Negara-negara di kedua benua tersebut sedang “surviving” dari masalah hutang yang berat. Selama ini mereka terlena hidup dari hutang yang makin menumpuk. Rupanya pengaruh krisis ekonomi sebelumnya masih meninggalkan luka yang dalam. Namun hal itu hanya dilihat sebelah mata oleh para pemimpinnya. Sebaliknya Asia terus berkembang yang dimotori oleh negara-negara Cina, India, Indonesia, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia dan Singapura. Mudah-mudahan perkembangan tersebut bukan merupakan jebakan bagi pertumbuhan ekonomi di masa-masa yang akan datang.
Perkembangan keadaan di Asia tersebut telah di antisipasi oleh berbagai universitas di Asia yang menyiapkan lulusannya menjadi pemimpin bisnis di Asia. Istilahnya bagaimana di masa yang akan datang menjadi tuan rumha di negeri sendiri. Tentu tidak terkecuali berbagai persatuan bangsa-bangsa di Asia seperti ASEAN dan persatuan bangsa-bangsa di Timur Jauh. Cita-cita tersebut di tetapkan juga di IM Telkom dimana misi yang pertama berbunyi “ Menyiapkan mahasiswa untuk menjadi pemimpin-pemimpin Asia yang akan datang”.
Dalam artikel Alberto D. Hanani (Bisnis Indonesia, 28 Desember 2011) ditulis tentang 3 Keterampilan Manajerial Abad ke-21. Beliau mengutip juga mengutip artikel dari Harvard Business Review edisi Januari-Februari 2012. Ada 3 keterampilan baru yang perlu dikuasai oleh para manajer masa depan yaitu cultural code-switching, digital influence, dan embracing distraction. Dengan makin besarnya kecenderungan globalisasi, seorang manajer akan bekerja dalam lingkungan yang beragam budaya bahkan dapat sangat berbeda dengan budayanya sendiri. Para bawahan akan memiliki perilaku kerja yang beragam. Keadaan ini memberikan pula tantangan tersendiri dalam mengelola bawahannya dalam mencapai berbagai target kerja. Jadi para manajer harus memiliki kompetensi penyesuaian mind-set serta perilaku dalam lingkungan tersebut. Ini disebut dengan istilah cultural code-switching.
Di perguruan tinggi yang banyak mahasiswa internasionalnya maka dapat di praktekkan kelompok-kelompok kerja atau diskusi multi bangsa. Para mahasiswa akan banyak belajar dari proses tersebut, termasuk di kelas tentunya. Kesempatan lainnya adalah mengembangkan jaringan diskusi dengan mahasiswa dari berbagai universitas di berbagai Negara lain. Juga magang di perusahaan internasional dapat memberikan pengalaman bekerja dengan manajemen internasional. Selain itu kunjungan mahasiswa ke universitas sekitar ASEAN dapat memperkaya pada lingkungan multi kultur.
Sementara itu digital influence merupakan kemampuan mengembangkan jaringan sosial yang efektif melalui berbagai media sosial yang sedang berkembang antara lain seperti facebook, twitter, Linkeddln serta micro blogging. Para manajer harus secara smart dapat memanfaatkan berbagai tools tersebut dalam menjalankan bisnis mereka. Rasanya untuk mahasiswa Indonesia sudah makin terbiasa dengan penggunaan digital tools tersebut. Pengguna facebook dan semacamnya sangat besar di Indonesia yang dimotori oleh generasi muda termasuk mahasiswa. Dengan pembinaan di kampus, kebiasaan tersebut menjadi sebuah kompetensi yang kuat. Bagaimana caranya?. Thomas Davenport dan Bala Iyer menyebutkan kembangkan reputasi dan speasilisasi anda serta kembangkan juga posisi dalam jaringan pertemanan tersebut dimana secara aktif membangun jembatan-jembatan diantara berbagai komunitas yang ada.
Kemampuan yang ke tiga adalah embracing distraction yaitu mampu mengelola berbagai gangguan tanpa kehilangan fokus yang berarti. Dewasa ini dalam dunia maya banyak sekali berbagai informasi yang dapat memancing seseorang yang sedang fokus melaksakan pekerjaannya untuk beralih sebentar ke objek lain. Hal ini dapat mengganggu pelaksanaan pekerjaannya jika tidak dikelola dengan baik secara pribadi maupun sistem.
Bagi universitas, pengembangan kompetensi tersebut diatas memerlukan komitmen yang kuat dalam memanfaatkan berbagai proses pendidikan yang ada serta kesempatan yang dapat dijalankan….selamat mencoba…(hus/2 Januari 2012)

Kemampuan Menulis Mahasiswa

Kemarin saya diundang untuk memberi sambutan workshop karya tulis mahasiswa yang diadakan oleh Unik Kegiatan Mahasiswa IM Telkom The Search. Bagus. Ide berasal dari mahasiswa dan dilaksanakan oleh mahasiswa. Pembicaranya dari dosen bahasa Indonesia dan seorang alumni Politeknik yang berprestasi.
Memang seorang mahasiswa harus dapat menunjukkan kemampuannya dalam berkomunikasi lisan dan tulisan. Harus ada program pengembangan yang focus sebagai pelengkap kuliah yang diterima mahasiswa di kelas. Jika mahasiswa telah memiliki kemampuan menulis sejak dibangku kuliah maka mudah-mudahan kegiatan komunikasi dan pengembangan ilmu dan teknologi mereka sudah berlangsung sejak dini. Jika sudah menjadi sarjana, turut memberikan kontribusi dalam mengembangkan produktifitas ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia. Tidak saja demikian, bahkan sewaktu menjadi mahasiswa, sudah mulai menjadi produsen ilmu bersama-sama dosen dalam kelompok bidang keahlian yang ada.
Jika dilihat dalam boring akreditasi program studi, partisipasi mahasiswa dalam kegiatan penelitian dosen turut diperhitungkan. Jadi secara regulasi, Pemerintah sudah melihat pentingnya pembinaan mahasiswa dalam komunitas ilmiah. Jika Indonesia disandingkan dengan Negara-negara ASEAN dalam hal produksi ilmu pengetahuan, maka posisinya masih dibawah, termasuk sudah kalah dari Vietnam. Artinya komunitas ilmiah di Indonesia masih perlu dikembangkan terus secara konsisten dan dengan kerja keras, termasuk PR link and match dengan industry yang masih belum memperlihatkan kemajuan signifikan….(Hus/18 Desember 2011/Minggu pagi)

Komuter di sekitar kota London

Jika bicara tentang kota London, maka sebentar lagi perhatian public dunia akan mengarah ke Ibu Kota Inggris tersebut. Sekitar 7 bulan lagi di tahun 2012 yang baru kita tapaki, akan datang lebih dari 10 ribu atlit dari 2000 negara yang akan bertarung di berbagai cabang olah raga. Sejak beberapa waktu lalu, London terus bersolek mulai dari berbagai fasilitas olahraga, hunian atlit dan berbagai fasilitas kota. Tentu saja aspek keamanan dan masalah transportasi menjadi perhatian yang tidak kalah penting dan kritis. Walaupun Inggris terus dibayangi dengan krisis hutang Eropa maupun Negara itu sendiri, persiapan Olimpiade terus dilakukan. Sebagai Negara Eropa, mereka tidak ingin kalah apa yang telah dilakukan Cina pada saat sebagai tuan rumah pada tahun 2008 lalu. Tentu saja sesuai dengan citra ke Inggrian mereka. Selain itu para wisatawanpun tidak akan ketinggalan memanfaatkan momen tersebut. Diperkirakan akan banyak sekali penonton yang datang baik dari Inggris, daratan Eropa maupun dari berbagai seantero bagian dunia lainnya, termasuk dari Asia dan Indonesia.
Banyak sekali mereka yang bekerja di London bertempat tinggal di luar kota tersebut. Para komuter tersebut selalu pulang pergi ke London setiap hari. Pagi datang dan sore atau malam baru pulang kembali ke rumah masing-masing di luar London. Jadwal kereta api umumnya tepat sesuai yang tercantum di pengumuman. Saya melihat transportasi publik di Inggris bagus, terasa kenyamanan dalam melakukan perjalanan. Khusus perjalanan dengan kereta api juga sangat nyaman lagi cepat. Pada umumnya, di setiap daerah kecil yang ada stasiun kereta api, terdapat daerah parkir yang cukup besar bagi kendaraan mereka yang akan ke London atau kota-kota lainnya. Jadi ada pilihan bagi penumpang.
Ambil contoh tempat saya studi di Chelmsford yang terletak di County Town of Essex, England sekitar 50 kilometer. Dengan kereta api biasa hanya ditempuh 30 menit saja ke stasiun kereta api Liverpool Street London. Setelah itu dilanjutkan dengan kereta api bawah tanah London ke tempat yang dituju. Dari Chelmsford, tiap hari hampir 15 ribu komuter yang menggunakan kereta api untuk bekerja di London. Bagi mereka yang jauh dari stasiun kereta api Chelmsford maka mobil dapat diparkir di stasiun kereta api yang umumnya cukup luas. Pilihan lainnya dapat menggunakan bis dari rumah atau taksi. Kereta api akan tiba setiap 15 menit sekali. Sore harinya pada saat pulang bisa langsung ambil mobil untuk pulang ke rumah.
Demikian juga bagi mereka yang tinggal di Oxford, tempat Universitas terkenal Oxford University. Dari kota ini yang berjarak sekitar 90 kilometer dari London, London dapat dicapai dalam waktu 30 menit saja dengan kereta api cepat dan berhenti di stasiun Paddington London. Dari kota kecil Cambride tempat Cambridge University yang terkenal itu, juga dapat ditempuh sekitar 30 menit juga….. (hus/Minggu/1 Januari 2012)